Tapanuli Selatan 07 Januari 2025 Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan kepedulian terhadap korban bencana alam, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan melaksanakan program bantuan sosial berupa pembangunan sumur bor bagi masyarakat terdampak bencana alam di Dusun Sitinjak Desa Aek Ngadol, Kec. Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Program bantuan sumur bor ini dikomandoi langsung oleh Ketua LPPM UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Arbanur Rasyid, M.A., sebagai bentuk komitmen lembaga dalam menghadirkan solusi konkret atas kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih pascabencana.
Pembangunan sumur bor tersebut saat ini sedang berlangsung dan berjalan sesuai dengan perencanaan. Insya Allah, pengerjaan sumur bor ini akan selesai dan diresmikan pada Senin, 12 Januari 2026, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar yang terdampak.
Dalam pernyataannya, Prof. Dr. H. Arbanur Rasyid, M.A. menegaskan bahwa program ini tidak hanya bersifat bantuan kemanusiaan, tetapi juga merupakan implementasi langsung dari Visi dan Misi UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, khususnya pada aspek Teo-Antropo-Eco Centris, dengan penekanan pada Eco Centris.
“Pembangunan sumur bor ini merupakan wujud nyata pengabdian LPPM yang selaras dengan visi Teo-Antropo-Eco Centris UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Dari perspektif Eco Centris, kami memandang bahwa menjaga keseimbangan lingkungan dan memastikan keberlanjutan sumber daya alam, seperti air bersih, adalah bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Ketua LPPM menambahkan bahwa program ini juga sejalan dengan Visi dan Misi Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan paradigma Theo-Ecology, yaitu integrasi nilai-nilai teologi dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Melalui pendekatan Theo-Ecology, kami ingin menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan. Sumur bor ini diharapkan tidak hanya menjadi sumber air bersih, tetapi juga simbol kepedulian, keberlanjutan, dan tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Melalui program bantuan sosial ini, LPPM UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan berharap sumur bor yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat terdampak, membantu proses pemulihan pascabencana, serta memperkuat peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.