Ketua LPPM UIN Syahada Padangsidimpuan Jadi Narasumber KKN Internasional BKS PTN Barat, Dorong Pangandaran Berbasis Digital dan Ekonomi Kreatif
Pangandaran, 23 Agustus 2026. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Dr. Putra Halomoan Hasibuan, M.H., menjadi narasumber pada kegiatan Expo dan Penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional BKS PTN Wilayah Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan di Alun-Alun Parigi, Kabupaten Pangandaran pada 23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Inclusive Smart Tourism and Creative Economy through Art and Cultural Empowerment for Sustainable Development Goals.” Pada Kegiatan tersebut di hadiri delegasi LPPM UIN Syahada Padangsidimpuan yaitu Ketua LPPM Dr. Putra Halomoan Hsb, M.H., dan Sekretaris LPPM Dr. Sholeh Fikri, M.Ag.
Kehadiran Ketua LPPM UIN Syahada sebagai narasumber menunjukkan kontribusi aktif perguruan tinggi dalam memberikan gagasan strategis bagi pembangunan daerah melalui sinergi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa. Pada kesempatan tersebut, Dr. Putra Halomoan Hasibuan menyampaikan empat poin utama yang dinilai penting dalam mendukung pembangunan Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Menurutnya, digitalisasi pembangunan daerah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, promosi pariwisata, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi. Transformasi digital juga diyakini mampu memperluas akses informasi serta meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, Dr. Putra menekankan pentingnya penguatan ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi seni, budaya, kuliner, produk UMKM, dan kearifan lokal. Melalui inovasi dan pemasaran digital, potensi tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia juga menggarisbawahi bahwa penegakan hukum merupakan fondasi penting dalam menciptakan kepastian bagi investasi dan pembangunan daerah. Di samping itu, pemberdayaan pemuda dan para perantau perlu terus diperkuat agar mereka dapat menjadi motor penggerak investasi, inovasi, serta pembangunan ekonomi di Kabupaten Pangandaran.
“Pembangunan daerah memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dunia usaha, serta generasi muda. Digitalisasi, ekonomi kreatif, kepastian hukum, dan keterlibatan pemuda merupakan fondasi penting untuk mewujudkan Pangandaran yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Dr. Putra Halomoan Hasibuan.
Expo dan Penutupan KKN Internasional menjadi ajang bagi para mahasiswa untuk mempresentasikan hasil pengabdian yang telah dilaksanakan selama menjalankan KKN di Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya. Berbagai inovasi dan karya dipamerkan sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Festival dan Expo yang digelar di Alun-Alun Parigi juga menjadi etalase kreativitas masyarakat dan mahasiswa melalui pameran hasil KKN, Expo UMKM desa, kuliner, hingga pertunjukan seni yang melibatkan 24 desa di Kabupaten Pangandaran. Beragam karya budaya ditampilkan, di antaranya Swara Kondangjajar, Ngulinkeun Barudak Cijulang, Rampak Sekar, Tari Sulanjana, Parahara Tatar Pananjung, drama musikal Longser Tapak Pajaten, Short Drama Tapak, drama kolosal Sora Ti Jaladri, serta pertunjukan Warisan Hirup yang mengangkat harmoni kehidupan manusia dengan alam melalui kolaborasi seni tradisional masyarakat.


KKN Internasional BKS PTN Wilayah Barat Tahun 2026 diikuti oleh 236 mahasiswa, termasuk 15 mahasiswa internasional yang berasal dari Thailand, Malaysia, Bangladesh, India, Pakistan, Tanzania, dan Yaman. Program tersebut melibatkan jejaring 38 perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh. ISBI Bandung bertindak sebagai co-host bersama Universitas Siliwangi selaku host, BKS PTN Wilayah Barat, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, serta berbagai komunitas.
Dalam kegiatan tersebut, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan mengirimkan empat mahasiswa terbaik sebagai delegasi KKN Internasional BKS PTN Barat Tahun 2026, yaitu Sahril Azis Siregar dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Muhammad Nur Ramadhan dari Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Suvri Yadi Sitompul dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Robi Rahman Dongoran dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.
Keempat mahasiswa tersebut mengikuti berbagai program pemberdayaan masyarakat bersama peserta dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Mereka berkolaborasi mengembangkan program yang berfokus pada penguatan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi kreatif, serta pertukaran pengalaman dan budaya dalam lingkungan internasional.


Ketua LPPM UIN Syahada, Dr. Putra Halomoan Hasibuan, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswa yang telah membawa nama baik universitas dalam forum internasional tersebut. Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa tidak hanya menjadi wadah penerapan ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana membangun karakter, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, dan jejaring global.
“Kami berharap pengalaman mengikuti KKN Internasional menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian yang mereka bangun selama KKN harus terus dilanjutkan ketika kembali ke daerah masing-masing,” ungkapnya.
Partisipasi Ketua LPPM sebagai narasumber sekaligus keikutsertaan empat mahasiswa terbaik UIN Syahada pada KKN Internasional BKS PTN Wilayah Barat Tahun 2026 mencerminkan komitmen universitas dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan tersebut juga sejalan dengan visi UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan sebagai perguruan tinggi yang unggul, bermartabat, dan berdaya saing global melalui pengembangan ilmu pengetahuan yang integratif, inovatif, serta berlandaskan paradigma teoantropoekosentris.