PBAK UIN Syahada Padangsidimpuan Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual untuk Wujudkan Kampus Aman dan Bermartabat

Padangsidimpuan. Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bermartabat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual kepada mahasiswa baru dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Rabu (19/8/2026).

Kegiatan dilaksanakan secara serentak di dua lokasi, yakni Auditorium dan Gedung Kuttab UIN Syahada Padangsidimpuan di Auditorium, materi disampaikan oleh Fitri Rayani Siregar, M.Hum., selaku Kepala Pusat Studi Gender dan Anak LPPM UIN Syahada Padangsidimpuan. Sementara itu, di Gedung Kuttab, penyampaian materi dilakukan oleh Dr. Nahriyah Fata, M.Pd., selaku Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UIN Syahada Padangsidimpuan.

Dalam pemaparannya, kedua narasumber menegaskan bahwa setiap mahasiswa memiliki hak untuk belajar di lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Mereka juga menjelaskan berbagai bentuk kekerasan seksual, mulai dari tindakan verbal, nonverbal, fisik, hingga kekerasan berbasis media digital. Selain itu, mahasiswa baru diberikan pemahaman mengenai pentingnya persetujuan (consent), penghormatan terhadap batas pribadi, relasi kuasa, serta perlindungan dan pendampingan bagi korban.

Sebagai bekal praktis, peserta diperkenalkan dengan pendekatan 5D, yaitu Direct, Distract, Delegate, Delay, dan Document. Strategi ini menjadi panduan bagi mahasiswa untuk bertindak sebagai saksi aktif dalam mencegah maupun mengurangi risiko terjadinya kekerasan seksual, tanpa mengabaikan aspek keselamatan diri sendiri maupun korban.

Melalui sesi ini, mahasiswa baru juga diajak untuk membangun budaya saling menghormati, berani menjaga batas pribadi, tidak menyalahkan korban, serta memahami mekanisme pelaporan dan layanan pendampingan yang tersedia di lingkungan UIN Syahada Padangsidimpuan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Dr. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag menyampaikan bahwa pembekalan tersebut merupakan bagian penting dalam membangun karakter mahasiswa sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang berintegritas, berakhlak mulia, serta menghargai martabat sesama manusia.

“Pencegahan kekerasan seksual merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga kampus. Melalui PBAK, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap mahasiswa memiliki hak untuk belajar dalam lingkungan yang aman, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan visi UIN Syahada Padangsidimpuan untuk menjadi universitas Islam yang unggul berbasis paradigma teoantropoekosentris, yang memadukan nilai keislaman, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap kehidupan dalam membentuk generasi yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul,” ujar Dr. Ikhwanuddin.

Senada dengan itu, Ketua Satgas PPKS UIN Syahada Padangsidimpuan Dr. Nahriyah Fata, M.Pd. menegaskan bahwa edukasi sejak masa PBAK menjadi langkah strategis untuk membangun budaya kampus yang bebas dari kekerasan seksual.

“Pencegahan jauh lebih efektif daripada penanganan setelah peristiwa terjadi. Karena itu, mahasiswa baru perlu memahami hak, kewajiban, bentuk-bentuk kekerasan seksual, serta cara bertindak dengan benar ketika melihat atau mengalami suatu kejadian. Kami ingin seluruh sivitas akademika menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan kampus yang aman dan bermartabat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak Fitri Rayani Siregar, M.Hum. mengajak mahasiswa baru untuk menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang menghargai martabat setiap individu.

“Budaya saling menghormati harus dimulai dari diri sendiri. Ketika mahasiswa memahami batas pribadi, menghargai persetujuan, dan berani melindungi sesama, maka kita sedang membangun ekosistem akademik yang sehat, inklusif, dan bebas dari kekerasan,” tuturnya.

UIN Syahada Padangsidimpuan selalu menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan nilai-nilai akademik, moral, dan kemanusiaan dalam setiap proses pembinaan mahasiswa. Edukasi pencegahan kekerasan seksual pada PBAK menjadi salah satu langkah nyata universitas dalam mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan tinggi yang aman, inklusif, bermartabat, serta selaras dengan visi UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.