Tanamkan Nilai Kesetaraan Gender untuk Mencetak Generasi Profesional Masa Depan

Padangsidimpuan, Rabu, 9 September 2026. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menyelenggarakan Seminar Kesetaraan Gender dalam Dunia Akademik dan Profesi bagi Mahasiswa di Aula Gedung Terpadu, Rabu (9/9/2026). Mengusung tema “Dari Kampus Menuju Dunia Kerja: Strategi Mewujudkan Kesetaraan Gender bagi Generasi Profesional Masa Depan,” kegiatan ini diikuti sekitar 200 mahasiswa dari berbagai fakultas.

Ketua panitia, Fitri Rayani Siregar, M.Hum., dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar tersebut merupakan salah satu program Pusat Studi Gender dan Anak LPPM sebagai upaya memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan akademik maupun dunia profesi.

Menurutnya, perkembangan dunia kerja saat ini menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter profesional yang menghargai keadilan, keberagaman, dan kesempatan yang setara bagi setiap individu.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang nilai-nilai kesetaraan gender, membangun kesadaran akan pentingnya lingkungan kerja yang inklusif, serta mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja secara profesional. Seminar ini diikuti sekitar 200 mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan,” jelas Fitri.

Sementara itu, sambutan Ketua LPPM yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pengkajian Islam dan Moderasi Beragama, Ali Amran Hsb., S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa kesetaraan gender merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi keadilan dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Ia mengatakan bahwa LPPM terus mendorong lahirnya berbagai kajian ilmiah dan program pengabdian kepada masyarakat yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk penguatan budaya akademik yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.

“Seminar ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga mampu melahirkan kesadaran kritis di kalangan mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang membangun budaya kerja yang sehat, profesional, dan berkeadilan. Nilai-nilai kesetaraan perlu diimplementasikan dalam pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Arbanur Rasyid, M.A., yang hadir mewakili Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

Dalam sambutannya, Prof. Arbanur menyampaikan bahwa tema seminar sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi lulusan perguruan tinggi pada era global. Dunia kerja membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik, karakter, integritas, kemampuan berkolaborasi, serta menghargai keberagaman.

Ia menegaskan bahwa penguatan nilai kesetaraan gender sejalan dengan visi UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan sebagai Universitas Islam bertaraf internasional yang memiliki paradigma keilmuan teoantropoekosentris. Paradigma tersebut mengintegrasikan nilai al-ilahiyah, al-insaniyah, dan al-kauniyah dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

“Kesetaraan gender merupakan bagian dari implementasi nilai al-insaniyah yang menempatkan manusia pada posisi yang mulia dengan memberikan kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki. Melalui paradigma teoantropoekosentris, UIN Syahada terus berupaya melahirkan lulusan yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul, sekaligus mampu menghadirkan budaya kerja yang profesional, inklusif, dan berkeadilan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Arbanur juga mengajak seluruh mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kompetensi, serta membangun karakter kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

Seminar menghadirkan Dr. Rosramadhana, S.Pd., M.Si. sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa kesetaraan yang diperoleh selama menempuh pendidikan belum tentu sepenuhnya dirasakan ketika memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membekali diri dengan kompetensi profesional, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, literasi digital, kemampuan berjejaring, dan negosiasi agar mampu menghadapi berbagai tantangan serta mengurangi bias dan stereotip gender di lingkungan kerja.

Outcame kegiatan ini LPPM berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu tumbuh sebagai generasi profesional yang memiliki integritas, menjunjung tinggi nilai keadilan, serta berkontribusi menciptakan lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.