Staf Ahli Bupati Tapsel Dr. Ibnu Salam Harahap: Mahasiswa KKL Harus Menjadi Agen Pemberdayaan Masyarakat Menuju Tapanuli Selatan Maju dan Berkarakter

Padangsidimpuan, 18 Juni 2026. Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Angkatan ke-51 UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan diharapkan mampu menjadi agen pemberdayaan masyarakat yang berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah menuju Tapanuli Selatan yang maju, berkarakter, sehat, cerdas, dan sejahtera.

Harapan tersebut disampaikan oleh Dr. Ibnu Salam Harahap, S.Sos., M.Si., Staf Ahli Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan Bidang Kemasyarakatan dan SDM, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembekalan Mahasiswa KKL Angkatan ke-51 UIN Syahada Padangsidimpuan yang dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam paparannya, Dr. Ibnu Salam Harahap menjelaskan berbagai aspek strategis Kabupaten Tapanuli Selatan, mulai dari kondisi geografis, sosial budaya, kehidupan beragama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga arah pembangunan daerah yang tertuang dalam visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan periode 2025–2029.

Menurutnya, mahasiswa yang akan diterjunkan ke tengah masyarakat harus terlebih dahulu memahami karakteristik daerah dan potensi yang dimiliki setiap desa sehingga program KKL yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mahasiswa KKL bukan hanya hadir sebagai peserta kegiatan akademik, tetapi harus mampu menjadi agen pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di desa harus membawa gagasan, solusi, dan semangat perubahan yang dapat mendukung pembangunan daerah,” ujar Dr. Ibnu Salam Harahap.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

“Tapanuli Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, serta sumber daya manusia yang terus berkembang. Potensi tersebut perlu didukung dengan inovasi dan pemberdayaan masyarakat yang dapat dilakukan oleh mahasiswa selama pelaksanaan KKL,” katanya.

Lebih lanjut, Dr. Ibnu Salam mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat Tapanuli Selatan, seperti semangat gotong royong (marsialap ari), kebersamaan (saanak saboru), dan musyawarah (dalian na tolu).

“Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan budaya masyarakat. Kearifan lokal yang diwariskan para leluhur merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan dan menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu fokus utama pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.

“Pembangunan SDM unggul harus menjadi perhatian bersama. Mahasiswa sebagai generasi intelektual memiliki tanggung jawab untuk membantu meningkatkan literasi, pendidikan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat agar mampu bersaing di era global,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ibnu Salam turut mengajak mahasiswa untuk mendukung visi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan periode 2025–2029, yakni Tapanuli Selatan yang Maju dan Berkarakter Unggul, Sehat, Cerdas dan Sejahtera Menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Program KKL harus selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang produktif, berkarakter, serta berkelanjutan,” tuturnya.

Kegiatan pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi KKL di berbagai desa pada Kabupaten Tapanuli Selatan. Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi masyarakat, potensi daerah, serta tantangan pembangunan yang akan mereka temui selama menjalankan pengabdian di desa lokasi KKL.