Jaga Empat Kesucian Diri dan Jadilah Khoirunnas Anfa’uhum Linnas: Pesan Rektor Saat Melepas Mahasiswa KKL Angkatan 51

Padangsidimpuan, 19 Juni 2026. Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan Angkatan 51 Tahun 2026 dalam Ceremony Pelepasan/Pemberangkatan yang berlangsung di Auditorium UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan pelepasan ini dihadiri oleh unsur pimpinan universitas, pimpinan fakultas, lembaga dan unit kerja, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta sebanyak 1.360 mahasiswa peserta KKL yang akan melaksanakan pengabdian di Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Dr. Putra Halomoan Hsb., M.H., menyampaikan bahwa seluruh peserta KKL telah mengikuti pembekalan selama dua hari, yakni 18–19 Juni 2026, sebagai bekal sebelum terjun ke tengah masyarakat.

“Kami menghadirkan narasumber dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk memberikan pemahaman mengenai kondisi daerah lokasi KKL, sekaligus membekali mahasiswa dengan berbagai materi yang mendukung pelaksanaan pengabdian di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan materi terkait bidang-bidang pengabdian, pelaporan kegiatan, digitalisasi profil desa, serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

“Melalui pembekalan ini, kami berharap mahasiswa memiliki kesiapan akademik, sosial, dan moral sehingga mampu melaksanakan program KKL secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga empat kesucian dalam diri mahasiswa selama melaksanakan KKL, yaitu kesucian ideologis, kesucian biologis, kesucian finansial, dan kesucian intelektual.

Menurut Rektor, kesucian ideologis harus tercermin dalam komitmen mahasiswa untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan nilai-nilai akademik yang telah ditanamkan selama berada di kampus.

Selain itu, mahasiswa juga diminta menjaga kesucian biologis sebagai bentuk amanah yang diberikan oleh orang tua.

“Anak-anak kami adalah amanah dari orang tua yang harus dijaga dengan baik. Oleh karena itu, selama berada di lokasi KKL, jagalah diri, perilaku, dan kehormatan sebagai mahasiswa UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan,” pesan Rektor.

Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga kesucian finansial dengan tidak mengambil hak orang lain dan menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap aktivitas yang dilakukan.

“Jangan mengambil yang bukan menjadi hak kita. Terimalah apa yang menjadi bagian kita dengan penuh rasa syukur dan jadilah diri sendiri. Integritas adalah modal utama dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Tidak kalah penting, mahasiswa juga diminta menjaga kesucian intelektual dengan terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan diri sehingga mampu memberikan manfaat yang nyata kepada masyarakat.

“Kesucian intelektual harus diwujudkan melalui semangat belajar, berinovasi, dan mengembangkan kompetensi. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat harus mampu memberikan solusi, gagasan, dan kontribusi yang bermanfaat,” ungkap Rektor.

Pada kesempatan tersebut, Rektor mengajak seluruh peserta KKL untuk menjadikan momentum pengabdian ini sebagai sarana belajar sekaligus mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan.

“Jadilah Khoirunnas Anfa’uhum Linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Jadilah sosok-sosok inovatif yang mampu memberikan perubahan positif bagi masyarakat,” pesannya.

Rektor juga menegaskan bahwa pelaksanaan KKL harus dilakukan secara optimal dan maksimal agar tujuan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat dapat tercapai dengan baik.

Kepada para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rektor berpesan agar senantiasa memberikan pendampingan dan bimbingan kepada mahasiswa selama berada di lokasi pengabdian.

“Saya berharap para Dosen Pembimbing Lapangan dapat bekerja sama dengan mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan program-program pengabdian di desa lokasi KKL. Bimbing, arahkan, dan tuntun anak-anak kita agar mampu menjalankan tugasnya dengan baik serta memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Rektor.

Di akhir acara, Rektor secara resmi melepas dan memberangkatkan mahasiswa KKL Angkatan 51 untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di lokasi yang telah ditetapkan. Pelepasan tersebut ditandai dengan penyematan atribut KKL kepada perwakilan mahasiswa sebagai simbol dimulainya kegiatan pengabdian.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, para mahasiswa akan diberangkatkan menuju desa-desa lokasi KKL pada Senin, 22 Juni 2026, untuk melaksanakan berbagai program pengabdian, pemberdayaan masyarakat, serta implementasi keilmuan sesuai bidang masing-masing di Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Tapanuli Selatan.