Pesan Menteri Agama pada Pelepasan KKN Nusantara VI PTKIN 2026: Rawat Ekoteologi, Jaga Tradisi, Teguhkan Iman, Lestarikan Alam

Serang, Banten 15 Juli 2026. Menteri Agama Republik Indonesia secara resmi melepas peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara VI Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026 di Auditorium UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Agama RI beserta jajaran, Staf Khusus Kementerian Agama, para rektor PTKIN, para wakil rektor, Ketua LPPM, kepala pusat, dosen pendamping, 240 mahasiswa peserta KKN Nusantara dari 48 PTKIN di Indonesia.

Mengusung tema “Merawat Ekoteologi, Menjaga Tradisi, Meneguhkan Iman, Melestarikan Alam,” program KKN Nusantara VI menjadi wadah kolaborasi mahasiswa PTKIN dalam mengimplementasikan nilai-nilai keislaman, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan mengirimkan empat mahasiswa terbaik sebagai delegasi, yaitu Khautsar Junandar dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Irwan Syaiful Sati dari Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Arie Purnomo dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Nur Anisah dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Delegasi UIN Syahada didampingi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Dr. Putra Halomoan Hsb., M.H. dan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Muhammad Yusuf Pulungan, M.A.

Dalam arahannya, Menteri Agama menegaskan bahwa KKN bukan sekadar pelaksanaan program akademik, melainkan ruang pembentukan karakter dan pengabdian yang sesungguhnya kepada masyarakat.

Mengawali pesannya, Menteri Agama mengutip firman Allah Swt. dalam QS. Al-Isra ayat 23, khususnya penggalan ayat “wa bil-wâlidaini iḫsânâ”, sebagai pengingat bahwa keberhasilan seorang mahasiswa harus diawali dengan bakti kepada kedua orang tua dan diwujudkan melalui akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.

“Yang paling penting, anak-anak semua harus ikhlas, sabar, tawadhu, dan harus menyebarkan kebaikan. Selama menjalankan KKN, jadilah pribadi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan hanya menyelesaikan program kerja, tetapi jadilah teladan di lingkungan tempat kalian mengabdi,” pesan Menteri Agama.

Menteri Agama juga menyampaikan sebuah pepatah Arab yang sarat makna sebagai pedoman dalam menuntut ilmu dan menjaga integritas akademik.

“Ada pepatah Arab yang berbunyi ‘Undzur ma qola wala tandzur man qola’. Itu berlaku secara umum. Namun bagi alumni UIN, tidak cukup hanya Undzur ma qola, tetapi juga harus Undzur man qola. Perhatikan apa yang disampaikan sekaligus siapa yang menyampaikannya. Akhlak, keteladanan, dan integritas penyampai ilmu juga menjadi bagian penting dari pendidikan Islam.”

Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah penyelenggaraan KKN Nusantara VI PTKIN Tahun 2026.

“Kami merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah KKN Nusantara PTKIN Tahun 2026. Program ini menjadi ruang kolaborasi mahasiswa dari berbagai PTKIN untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. Tahun ini diikuti oleh 42 perguruan tinggi dengan jumlah peserta yang beragam, mulai dari tiga hingga lima mahasiswa setiap perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh peserta akan ditempatkan di sejumlah kecamatan di sekitar kawasan Adat Baduy, Kabupaten Lebak. Lokasi tersebut dipilih agar sejalan dengan tema KKN yang menekankan penguatan ekoteologi, pelestarian lingkungan, serta penghormatan terhadap budaya dan tradisi masyarakat adat.

Ketua LPPM UIN Syahada, Dr. Putra Halomoan Hsb., M.H., menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa UIN Syahada dalam KKN Nusantara merupakan wujud komitmen universitas dalam memperluas jejaring kolaborasi nasional sekaligus memperkuat kapasitas mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Keikutsertaan mahasiswa UIN Syahada dalam KKN Nusantara VI merupakan kesempatan berharga untuk belajar langsung bersama masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Kami berharap para delegasi mampu menjadi duta kampus yang menjaga nama baik institusi, membangun kolaborasi, serta menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata. Semangat merawat ekoteologi, menjaga tradisi, meneguhkan iman, dan melestarikan alam harus tercermin dalam setiap kegiatan yang mereka laksanakan di lokasi KKN,” ujar Dr. Putra Halomoan Hsb.

Keikutsertaan dalam KKN Nusantara VI PTKIN Tahun 2026, UIN Syahada Padangsidimpuan terus memperkuat perannya dalam mendukung program strategis Kementerian Agama Republik Indonesia dalam membangun generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, menghargai keberagaman budaya, memperkokoh nilai-nilai keimanan, serta menghadirkan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.