Muhammad Yusuf Pulungan Tekankan Kedisiplinan dan Keteladanan DPL KKL UIN Syahada Padangsidimpuan
Padangsidimpuan — Dosen pembimbing lapangan (DPL) Kuliah Kerja Lapangan (KKL) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan diingatkan untuk menjadikan kedisiplinan dan keteladanan sebagai bagian penting dalam menjalankan tugas pendampingan mahasiswa di lapangan. Pesan tersebut disampaikan oleh Muhammad Yusuf Pulungan dalam kegiatan koordinasi bersama para dosen DPL KKL.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen para DPL dalam melaksanakan tugas pembimbingan mahasiswa selama mengikuti program KKL. DPL tidak hanya dituntut untuk memahami tugas administratif, tetapi juga diharapkan mampu menjadi figur yang memberikan contoh nyata kepada mahasiswa.
Dalam arahannya, Muhammad Yusuf Pulungan menegaskan bahwa keberhasilan KKL tidak hanya diukur dari terlaksananya program mahasiswa di lokasi penempatan, tetapi juga dari proses pembentukan sikap, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat.
“DPL adalah representasi universitas di tengah masyarakat. Karena itu, kedisiplinan dan keteladanan dosen menjadi bagian penting dari keberhasilan KKL. Mahasiswa akan melihat bagaimana dosennya menjalankan amanah sebelum mereka menerapkan apa yang diarahkan,” ujar Muhammad Yusuf Pulungan.
DPL sebagai Teladan bagi Mahasiswa
Menurut Muhammad Yusuf Pulungan, posisi DPL memiliki peran strategis karena menjadi penghubung antara mahasiswa, universitas, dan masyarakat di lokasi KKL. Dalam posisi tersebut, DPL harus mampu menunjukkan sikap profesional, disiplin, komunikatif, dan bertanggung jawab.
Ia mengingatkan agar DPL memberikan contoh dalam hal ketepatan waktu, komunikasi dengan pemerintah desa atau kelurahan, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang menjadi mitra mahasiswa selama pelaksanaan KKL. “Keteladanan bukan hanya disampaikan melalui nasihat. Keteladanan ditunjukkan melalui tindakan. Ketika kita meminta mahasiswa untuk disiplin, kita harus lebih dahulu disiplin. Ketika kita meminta mereka menjaga etika, maka dosen juga harus menunjukkan etika yang baik dalam berinteraksi dengan masyarakat,” tegasnya.

Kedisiplinan Menjadi Fondasi
Lebih lanjut, Muhammad Yusuf Pulungan menekankan bahwa kedisiplinan harus menjadi fondasi dalam seluruh tahapan pelaksanaan KKL. DPL diharapkan aktif melakukan monitoring dan memberikan arahan kepada mahasiswa agar setiap program berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Kedisiplinan tersebut mencakup kehadiran, pelaksanaan jadwal pembimbingan, monitoring kegiatan, pelaporan, komunikasi, hingga penyelesaian berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Menurutnya, DPL tidak perlu menunggu munculnya persoalan untuk melakukan pembinaan. Pendampingan yang dilakukan secara aktif dan komunikatif dapat membantu mahasiswa mengantisipasi berbagai kendala selama berada di tengah masyarakat.
“Jangan menunggu masalah baru kita hadir. DPL harus hadir sebagai pembimbing, pendamping, sekaligus pengarah. Kehadiran dosen di lapangan harus memberikan rasa aman dan arah yang jelas bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Menjaga Nama Baik Almamater
Muhammad Yusuf Pulungan juga mengingatkan bahwa mahasiswa dan DPL membawa nama UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan selama berada di lokasi KKL. Karena itu, seluruh aktivitas harus mencerminkan nilai-nilai akademik, etika, dan budaya kelembagaan.
Interaksi dengan masyarakat, menurutnya, harus dilakukan dengan mengedepankan sikap santun, menghargai kearifan lokal, menjaga komunikasi, serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
“Kita membawa nama almamater. Karena itu, setiap ucapan, sikap, dan tindakan selama KKL harus dipertanggungjawabkan. Jadikan KKL sebagai ruang bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat,” katanya.
KKL sebagai Ruang Pembentukan Karakter
Selain sebagai bagian dari proses akademik, KKL juga dipandang sebagai ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa. Mereka berhadapan langsung dengan realitas kehidupan masyarakat dan dituntut mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi.
Dalam konteks tersebut, DPL memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses pembelajaran tersebut berlangsung secara positif. DPL diharapkan mampu mengarahkan mahasiswa agar tidak sekadar menjalankan program, tetapi memahami nilai tanggung jawab sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Muhammad Yusuf Pulungan berharap para DPL dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan membangun komunikasi yang baik dengan mahasiswa serta masyarakat di lokasi KKL.
“Mari kita jadikan KKL sebagai ruang pendidikan karakter. Mahasiswa harus pulang dari lokasi KKL bukan hanya membawa pengalaman, tetapi juga membawa nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan kematangan dalam berinteraksi dengan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui penguatan koordinasi tersebut, para DPL diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus menjadi teladan bagi mahasiswa. Dengan kedisiplinan dan keteladanan yang kuat, pelaksanaan KKL diharapkan dapat berjalan tertib, memberikan pengalaman akademik yang bermakna, serta memperkuat hubungan positif antara UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan dan masyarakat.