UIN Syahada Padangsidimpuan Sambut Mahasiswa Internasional dari Thailand dan Kamboja, Implementasi Internasionalisasi Kampus

Padangsidimpuan, 10 Oktober 2026. UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus Islam yang semakin terbuka di tingkat internasional melalui penyambutan mahasiswa asing asal Thailand dan Kamboja yang akan menempuh pendidikan pada Tahun Akademik 2026. Kegiatan penyerahan dan penyambutan mahasiswa internasional berlangsung di Ruang Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Sabtu (10/10/2026).

Acara ini dihadiri oleh Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, para Wakil Rektor, Kepala Biro, Kepala Bagian, para Dekan Fakultas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), para Kepala Pusat, Kepala UPT Pengembangan Bahasa, serta Mudiroh Ma’had Al-Jami’ah.

Kegiatan dipandu oleh Kepala Pusat Hubungan Internasional, Dr. Sojuangon Rambe, S.S., M.Pd., Ph.D. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa pada tahun akademik 2026 terdapat delapan mahasiswa internasional yang memilih melanjutkan studi di UIN Syahada Padangsidimpuan, terdiri atas tujuh mahasiswa asal Thailand dan satu mahasiswa asal Kamboja. Pada tahap pertama, empat mahasiswa telah tiba di Padangsidimpuan, sedangkan empat mahasiswa lainnya dijadwalkan menyusul pada 16 Oktober 2026.

Empat mahasiswa yang telah hadir adalah Syaifuddin Checko, Nurru Dahami, Nurhafleen Arle, dan Nurfahana Mudo Asae.

Mahasiswa tersebut diserahkan secara resmi oleh perwakilan Nusantara Foundation for Human Rights and Development Thailand, Ahmad Wedau Lahoya. Perwakilan Nusantara Fondation tersebut menyampaikan bahwa yayasan yang diwakilinya selama ini aktif menjembatani kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Thailand serta mendampingi mahasiswa Thailand yang melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UIN Syahada Padangsidimpuan.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Muslim di Thailand Selatan telah lama mengenal dan mempelajari karya-karya ulama Nusantara, termasuk kitab-kitab karya Syekh Haji Abdul Qadir Al-Mandili, ulama besar asal Tapanuli Bagian Selatan. Kedekatan hubungan keilmuan tersebut menjadi salah satu alasan para mahasiswa Thailand memilih melanjutkan pendidikan di UIN Syahada Padangsidimpuan.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Wedau Lahoya juga memperkenalkan satu per satu mahasiswa yang akan belajar di UIN Syahada serta menyampaikan pengalaman dan semangat mereka untuk menimba ilmu di Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag, mengawali dengan memperkenalkan seluruh unsur pimpinan yang hadir kepada para mahasiswa internasional. Menurutnya, kehadiran para pimpinan universitas merupakan bentuk komitmen UIN Syahada Padangsidimpuan untuk menyambut dan mendampingi mahasiswa internasional sebagai bagian dari keluarga besar kampus.

Rektor menegaskan bahwa para Wakil Rektor, Dekan, pimpinan lembaga, kepala unit, dosen, dan seluruh sivitas akademika akan menjadi tempat mahasiswa memperoleh arahan, bimbingan, serta dukungan selama menjalani pendidikan. Mereka diharapkan memandang seluruh pimpinan dan dosen sebagai sosok ayah yang senantiasa memberikan pendampingan dalam kehidupan akademik maupun nonakademik.

Sementara itu, Rektor memperkenalkan Mudiroh Ma’had Al-Jami’ah, Sylvia Kurnia Ritonga, sebagai ibu bagi para mahasiswa selama tinggal di asrama. Beliau akan membimbing pembinaan karakter, kehidupan keagamaan, kedisiplinan, serta menjadi tempat mahasiswa berkonsultasi dalam kehidupan sehari-hari selama berada di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah.

Rektor juga memperkenalkan UPT Pengembangan Bahasa sebagai salah satu unit strategis yang akan mendukung keberhasilan studi mahasiswa internasional. Melalui pembinaan bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat, mengikuti proses pembelajaran secara optimal, serta membangun komunikasi yang baik dengan sivitas akademika maupun masyarakat sekitar.

“Selamat datang di UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Anggaplah kampus ini sebagai rumah kedua kalian. Di sini kalian tidak sendiri. Kalian memiliki ayah, ibu, dan keluarga besar yang siap mendampingi, membimbing, dan membantu selama menjalani pendidikan,” ujar Rektor.

Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada Ahmad Wedau Lahoya yang telah membimbing dan mengantarkan para mahasiswa hingga memilih UIN Syahada sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.

Ia juga memberikan motivasi agar para mahasiswa memiliki tekad yang kuat dalam meraih cita-cita.

“Bangunlah cita-cita kalian di UIN Syahada. Yakinlah bahwa kalian akan aman dan nyaman berada di sini. Namun keamanan dan kenyamanan juga dimulai dari diri sendiri. Jagalah sikap, hormati budaya masyarakat, bergaullah dengan baik bersama mahasiswa lainnya, serta tunjukkan akhlak yang mulia,” pesannya.

Rektor kemudian membagikan pengalamannya saat menempuh pendidikan di Kairo. Selama lima tahun menjalani studi, ia tidak pernah pulang ke Indonesia karena memilih fokus menyelesaikan pendidikan.

“Saya berharap kalian juga memiliki semangat yang sama. Jika tidak ada keadaan yang benar-benar mendesak, fokuslah menyelesaikan studi hingga tuntas. Jangan biarkan rintangan menghalangi kesuksesan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan kenali budaya masyarakat Tapanuli Bagian Selatan sebagai bagian dari pengalaman hidup kalian,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Rektor kembali mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa internasional dan berharap mereka menjadi duta persahabatan yang mempererat hubungan Indonesia, Thailand, dan Kamboja melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan mahasiswa secara simbolis, sesi foto bersama, serta ramah tamah antara pimpinan universitas, pendamping mahasiswa, dan para mahasiswa internasional sebagai awal perjalanan akademik mereka di UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.