Safari KKL Angkatan 51 di Mandailing Natal, UIN Syahada PadangsidimpuanTegaskan Mahasiswa sebagai Duta Pengabdian Masyarakat

Siabu, 6 Agustus 2026. Mahasiswa KKL Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan kembali melaksanakan Safari Kuliah Kerja Lapangan Angkatan ke-51 bagi mahasiswa yang ditempatkan di Kabupaten Mandailing Natal. Kegiatan berlangsung di Lapangan SMAN 1 Siabu, Kamis (6/8/2026), sebagai bagian dari pembinaan dan penguatan semangat pengabdian mahasiswa selama menjalankan program KKL di tengah masyarakat.

Kegiatan dihadiri oleh Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Arbanur Rasyid, M.A. Kepala Biro AUAK, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal diwakili oleh Asisten III, Dr. Lismulyadi Nasution, M.M. Turut hadir para dekan, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, jajaran LPPM, Kepala Bagian, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), para camat, kepala desa wilayah KKL di Kabupaten Mandailing Natal, tokoh masyarakat, serta mahasiswa peserta KKL Angkatan ke-51.

Ketua Panitia Adlani Hasibuan dari mahasiswa KKL dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Safari KKL merupakan hasil sinergi antara mahasiswa, kampus, pemerintah, dan masyarakat. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Safari KKL dapat terselenggara dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan bekerja sama dalam menyukseskan pelaksanaan Safari KKL ini. Semoga sinergi yang terbangun menjadi awal yang baik dalam pelaksanaan program pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ketua LPPM UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Dr. Putra Halomoan Hasibuan, M.H., menjelaskan bahwa Kuliah Kerja Lapangan merupakan bagian integral dari proses pembelajaran mahasiswa yang dilaksanakan langsung di tengah masyarakat.

“KKL bukan sekadar kegiatan lapangan, tetapi merupakan mata kuliah berbobot 4 SKS yang menjadi bagian penting dari proses akademik mahasiswa. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh mahasiswa agar menjalankan KKL dengan penuh kesungguhan, tanggung jawab, dan dedikasi sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa mahasiswa UIN Syahada Padangsidimpuan yang ditempatkan di 70 desa yang tersebar pada 5 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal. Menurutnya, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Asisten III Dr. Lismulyadi Nasution, M.M. menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Safari KKL yang diselenggarakan UIN Syahada Padangsidimpuan. Ia menilai program tersebut menjadi wadah penting dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, ia mengenang pengalaman ketika masih menjadi mahasiswa yang saat itu mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Jawa Barat. Menurutnya, setiap program yang dirancang mahasiswa harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Dulu namanya masih Kuliah Kerja Nyata. Pengalaman itu mengajarkan bahwa setiap program yang dilaksanakan harus memiliki manfaat bagi masyarakat. Mahasiswa harus mampu bekerja sama dengan masyarakat, karena keberhasilan program pengabdian tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi,” ungkapnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk mendukung berbagai program pemerintah daerah hingga tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten. Menurutnya, mahasiswa dapat menjadi mitra strategis dalam menyosialisasikan berbagai program pembangunan, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak serta program-program pemberdayaan lainnya.

Sementara itu, Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Arbanur Rasyid, M.A., menegaskan bahwa pelaksanaan KKL tahun ini mengusung pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pendekatan tersebut menempatkan mahasiswa sebagai subjek yang aktif bersama masyarakat dalam mengidentifikasi persoalan, merancang solusi, dan melaksanakan program pengabdian secara partisipatif.

“Mahasiswa harus aktif mengabdi kepada masyarakat. Melalui pendekatan Participatory Action Research, kalian tidak hanya hadir sebagai peserta KKL, tetapi sebagai mitra masyarakat dalam membangun perubahan. Pengabdian adalah proses menempa diri agar menjadi manusia yang lebih sempurna,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masih tersedia waktu yang cukup bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi terbaik selama berada di lokasi KKL, termasuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Manfaatkan waktu yang ada untuk meninggalkan kesan dan karya terbaik. Berbuat baiklah selama berada di tengah masyarakat. Kalian adalah duta UIN Syahada Padangsidimpuan yang membawa nama baik almamater. Jagalah sikap, etika, dan integritas dalam setiap aktivitas pengabdian,” pesannya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. Zul Anwar Ajim Harahap, M.A. Dalam tausiahnya, ia mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat yang hadir untuk menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak sebagai fondasi dalam membangun peradaban yang maju.

Ia menjelaskan bahwa UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan memiliki paradigma keilmuan Teoantropoekosentris yang berpijak pada tiga dimensi utama, yaitu Al-Ilahiyah, Al-Insaniyah, dan Al-Kauniyah. Paradigma tersebut menjadi landasan dalam mewujudkan visi UIN Syahada Padangsidimpuan untuk membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul.

“Jangan pernah memisahkan ilmu dengan akhlak. Tampakkan bahwa kita memiliki ilmu sekaligus memiliki akhlak. Jangan sampai seseorang memiliki ilmu tetapi tidak memiliki akhlak. Sebaliknya, memiliki akhlak tanpa ilmu juga tidak akan memberikan manfaat yang optimal. Keduanya harus berjalan seimbang,” tuturnya.

Menurutnya, keseimbangan antara penguasaan ilmu, pembentukan karakter, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan merupakan implementasi nyata paradigma Teoantropoekosentris yang menjadi identitas UIN Syahada Padangsidimpuan. Melalui nilai-nilai tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.