Muhammad Yusuf Pulungan Dorong Penguatan Budaya Akademik dan Profesionalisme di Lingkungan LPPM UIN Syahada
Padangsidimpuan — Penguatan budaya akademik, profesionalisme, dan sinergi kelembagaan menjadi perhatian dalam kegiatan koordinasi di lingkungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Yusuf Pulungan mendorong seluruh unsur yang terlibat di LPPM untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan membangun kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan.
Muhammad Yusuf Pulungan menyampaikan bahwa LPPM memiliki posisi strategis dalam pengembangan tradisi akademik perguruan tinggi, khususnya melalui penguatan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, pengelolaan LPPM perlu didukung oleh budaya kerja yang profesional, tertib, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu. “LPPM bukan hanya unit yang mengelola administrasi penelitian dan pengabdian. LPPM merupakan salah satu penggerak utama budaya akademik perguruan tinggi. Karena itu, setiap pekerjaan yang kita lakukan harus memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu institusi,” ujar Muhammad Yusuf Pulungan.
Memperkuat Sinergi dan Koordinasi
Dalam arahannya, Muhammad Yusuf Pulungan menekankan pentingnya membangun koordinasi yang efektif di antara seluruh unsur LPPM. Menurutnya, kompleksitas tugas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat membutuhkan komunikasi dan kerja sama yang baik agar setiap program dapat dilaksanakan secara efektif.
Ia mendorong agar setiap personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta membangun komunikasi lintas bidang untuk menghindari terjadinya pekerjaan yang berjalan sendiri-sendiri.
“Koordinasi harus menjadi budaya kerja. Setiap persoalan perlu dikomunikasikan dan diselesaikan secara bersama. Dengan demikian, pekerjaan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga menghasilkan kualitas dan dampak yang dapat dirasakan,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi juga penting dalam mendukung para dosen dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. LPPM diharapkan mampu memberikan layanan kelembagaan yang efektif sehingga dosen dapat lebih fokus menghasilkan karya akademik yang berkualitas.
Mendorong Budaya Mutu
Lebih lanjut, Muhammad Yusuf Pulungan mengingatkan pentingnya membangun budaya mutu dalam setiap proses kerja di lingkungan LPPM. Mutu, menurutnya, harus dimulai dari hal-hal sederhana seperti ketepatan administrasi, kedisiplinan, dokumentasi kegiatan, pelayanan, hingga pengelolaan hasil penelitian dan pengabdian.
“Budaya mutu tidak lahir dari satu kegiatan besar. Ia dibangun dari konsistensi kita menyelesaikan setiap pekerjaan dengan benar, tertib, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Ia juga mendorong agar setiap kegiatan penelitian dan pengabdian tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban administratif. Hasil kegiatan perlu diarahkan agar memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.
LPPM sebagai Penggerak Tri Dharma
Dalam konteks pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, LPPM memiliki peran penting dalam membangun ekosistem penelitian dan pengabdian yang produktif. Karena itu, diperlukan tata kelola yang mampu mendorong dosen untuk aktif melakukan penelitian, publikasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Muhammad Yusuf Pulungan mengajak seluruh jajaran LPPM untuk terus membangun semangat kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di internal universitas maupun dengan mitra eksternal.
“Kita ingin penelitian dan pengabdian tidak hanya menjadi kegiatan yang dilaksanakan untuk memenuhi kewajiban dosen. Lebih dari itu, keduanya harus menjadi instrumen untuk memberikan kontribusi akademik sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Membangun LPPM yang Responsif dan Berorientasi pada Dampak
Muhammad Yusuf Pulungan juga menekankan pentingnya kemampuan LPPM merespons perkembangan kebutuhan akademik dan masyarakat. Perubahan lingkungan pendidikan tinggi menuntut lembaga penelitian dan pengabdian untuk terus beradaptasi dan melakukan inovasi.
Menurutnya, LPPM perlu membangun sistem kerja yang lebih efektif, terbuka terhadap inovasi, serta mampu mendukung peningkatan produktivitas akademik dosen.
“Kita harus terus bergerak. Jangan hanya bekerja berdasarkan rutinitas, tetapi harus mampu membaca kebutuhan dan menciptakan inovasi. LPPM harus hadir sebagai lembaga yang memberikan nilai tambah bagi universitas dan masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun tata kelola LPPM yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, diharapkan pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan semakin berkualitas dan memberikan dampak yang lebih luas.
Pada akhirnya, penguatan LPPM tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah kegiatan penelitian dan pengabdian, tetapi juga bagaimana seluruh proses tersebut mampu melahirkan karya akademik yang bermutu, inovasi yang bermanfaat, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan pengembangan institusi.