Bimbingan dan Arahan Rektor: Masyarakat Adalah Laboratorium Pendidikan, KKL Menjadi Sarana Mahasiswa Belajar dan Mengabdi serta menyiapkan Mahasiswa Adaptif, Berkarakter
Padangsidimpuan, 18 Juni 2026. Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan melaksanakan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Angkatan 51 sebagai persiapan bagi mahasiswa sebelum terjun ke tengah masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UIN Syahada Padangsidimpuan tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan universitas, mulai dari pimpinan fakultas, lembaga, unit kerja, dosen pembimbing lapangan, serta diikuti oleh 1.360 mahasiswa peserta KKL Angkatan 51.
Dalam laporannya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Putra Haloman Hsb., M.H., menyampaikan bahwa peserta KKL Angkatan 51 berjumlah 1.360 mahasiswa yang terdiri dari 294 laki-laki dan 1.066 perempuan. Peserta tersebut akan ditempatkan pada dua kabupaten lokasi pelaksanaan KKL, yaitu Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Untuk Kabupaten Mandailing Natal, mahasiswa yang ditempatkan pada kelompok 1 sampai 70 berjumlah 672 orang, terdiri dari 147 laki-laki dan 525 perempuan. Sementara itu, Kabupaten Tapanuli Selatan yang ditempati kelompok 71 sampai 140 berjumlah 688 mahasiswa, terdiri dari 147 laki-laki dan 541 perempuan.

Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., dalam bimbingan dan arahannya menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi terhadap perubahan merupakan kunci keberhasilan seseorang dalam menghadapi kehidupan.
“Semua spesies yang ada di muka bumi ini, termasuk yang cerdas, sekalipun itu Profesor, Dosen dan lainnya, akan musnah kecuali mereka yang mampu merespons perubahan. Inilah poin penting dari Kuliah Kerja Lapangan, yaitu bagaimana kita melakukan perubahan terhadap diri sendiri,” ujar Rektor.
Rektor menjelaskan bahwa KKL merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar hidup bersama masyarakat serta memahami berbagai persoalan sosial yang ada di lingkungan sekitar.
Menurutnya, masyarakat merupakan laboratorium pendidikan yang sesungguhnya bagi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa dapat mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai karakter dan kondisi yang berbeda.

“Di antara Tridarma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, masyarakat merupakan laboratorium pendidikan untuk mengasah kemampuan dan belajar. Ketika masih berada di lingkungan kos-kosan, kita sering hidup secara individualistik. Namun saat ini mahasiswa akan terjun langsung ke masyarakat untuk belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kemampuan diri,” Ungkap Rektor.
Rektor juga mengingatkan bahwa sebanyak 1.360 peserta KKL Angkatan 51 merupakan calon wisudawan yang diharapkan dapat menyelesaikan studinya pada tahun 2027. Oleh karena itu, para mahasiswa diminta untuk menjaga komitmen akademik, menjauhi hal-hal yang dapat menghambat penyelesaian studi, serta menjadikan KKL sebagai sarana pembelajaran yang berharga.


Selain itu, Rektor berpesan agar seluruh mahasiswa senantiasa menjaga etika dan nama baik almamater selama berada di lokasi KKL. Mahasiswa UIN Syahada diharapkan mampu menunjukkan sikap yang berintegritas, menjunjung tinggi norma dan etika, serta mengedepankan akhlakul karimah dalam setiap aktivitas di tengah masyarakat.
“Tunjukkan bahwa mahasiswa UIN Syahada adalah mahasiswa yang berintegritas, memahami norma-norma sosial, dan selalu mengedepankan akhlakul karimah. Jagalah etika selama berada di tengah masyarakat,” pesannya.
Menutup arahannya, Rektor menitipkan salam kepada seluruh masyarakat di lokasi KKL dan meminta mahasiswa untuk turut menyampaikan berbagai informasi positif mengenai UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan kepada masyarakat.



