LPPM UIN Syahada Bekali Calon Peserta KKN Nusantara PTKIN VI 2026, Siapkan Duta Kampus untuk Pengabdian di Banten

Padangsidimpuan, 26 Mei 2026. LPPM UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan melaksanakan kegiatan penguatan dan pembekalan teknis bagi calon mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara PTKN VI Tahun 2026 pada Selasa, 26 Mei 2026, bertempat di Kantor LPPM UIN Syahada Padangsidimpuan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa yang akan mewakili UIN Syahada pada program KKN Nusantara tingkat nasional PTKIN Kemenag RI Tahun 2026.

KKN Nusantara PTKIN VI Tahun 2026 akan dilaksanakan di Kecamatan Leuwidamar dan Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dengan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten sebagai tuan rumah penyelenggara. Program ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia untuk berkolaborasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, penguatan moderasi beragama, serta pengembangan wawasan kebangsaan.

Kegiatan pembekalan dihadiri oleh Ketua LPPM UIN Syahada Dr. Putra Halomoan Hsb., M.H., Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Muhammad Yusuf Pulungan, M.A., Kepala Pusat Studi Gender dan Anak Fitri Rayani, M.Hum., Kepala Pusat Pengkajian Islam dan Moderasi Beragama Ali Amran, S.Ag., M.Si., Kepala Pusat Hubungan Internasional Sojuangon Rambe, S.S., M.Pd., Ph.D., serta Pranata Humas Ardi Oktapian, S.Pd.I., M.Pd.

Dalam arahannya, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Muhammad Yusuf Pulungan, M.H., menyampaikan bahwa peserta KKN Nusantara harus memahami bahwa mereka bukan hanya menjalankan program akademik, tetapi juga membawa identitas dan nama baik institusi di tingkat nasional.

“KKN Nusantara PTKN VI merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memperkenalkan karakter mahasiswa UIN Syahada di tengah keberagaman budaya dan sosial masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, setiap peserta harus mempersiapkan diri secara akademik, mental, dan sosial agar mampu beradaptasi serta memberikan kontribusi yang nyata selama pelaksanaan KKN,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar mahasiswa memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas jejaring, memperkuat wawasan kebangsaan, dan meningkatkan kemampuan bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai daerah.

“Peserta KKN Nusantara adalah duta kampus. Tunjukkan integritas, kedisiplinan, sikap moderat, dan kepedulian sosial yang menjadi ciri mahasiswa UIN Syahada. Kehadiran kalian harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meninggalkan kesan positif tentang kampus yang kita banggakan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LPPM UIN Syahada, Dr. Putra Halomoan Hsb., M.H., menegaskan bahwa KKN Nusantara merupakan salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kolaborasi dan keberagaman.

“Keikutsertaan mahasiswa UIN Syahada dalam KKN Nusantara PTKN VI bukan hanya tentang menjalankan program kerja di lokasi pengabdian, tetapi juga menjadi sarana membangun persaudaraan kebangsaan, memperluas pengalaman, dan mengembangkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa di tingkat nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat pengabdian yang dibawa mahasiswa harus sejalan dengan visi UIN Syahada yang mengembangkan paradigma teoantropoekosentris, yaitu keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan.

“Nilai-nilai teoantropoekosentris harus tercermin dalam setiap aktivitas mahasiswa selama KKN. Pengabdian yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program, tetapi juga pada upaya membangun kemaslahatan masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan bersama,” jelasnya.

Pada sesi teknis, Pranata Humas LPPM UIN Syahada, Ardi Oktapian, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan penjelasan rinci mengenai mekanisme pendaftaran, seleksi, pemberkasan, hingga pelaksanaan KKN Nusantara PTKN VI Tahun 2026 sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan panitia nasional. Ia menjelaskan bahwa proses pendaftaran dan seleksi dilaksanakan pada 25 Mei hingga 2 Juni 2026, dilanjutkan dengan tahap pemberkasan pada 3 hingga 12 Juni 2026. Seluruh calon peserta diminta untuk memperhatikan kelengkapan administrasi dan memastikan seluruh dokumen yang dipersyaratkan telah diunggah sesuai jadwal yang ditentukan.

Selain itu, Ardi juga menjelaskan bahwa peserta yang dinyatakan lolos seleksi wajib mengikuti kegiatan pembekalan nasional yang akan berlangsung pada 7 hingga 9 Juli 2026 sebagai bekal sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian. Ia menegaskan bahwa pembekalan menjadi tahapan penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai konsep KKN Nusantara, program kerja kolaboratif, penguatan moderasi beragama, wawasan kebangsaan, serta strategi pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan KKN Nusantara PTKN VI Tahun 2026 akan berlangsung pada 15 Juli hingga 23 Agustus 2026 di Kecamatan Leuwidamar dan Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan berkolaborasi dengan peserta dari berbagai PTKN di Indonesia dalam menjalankan program pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, penguatan nilai-nilai moderasi beragama, dan pembangunan sosial berbasis potensi lokal.