Ketua LPPM UIN Syahada Padangsidimpuan Ikuti Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Terpadu LPPM PTKIN Se-Indonesia

Bagikan Postingan Ini

Padang, 29 April 2026. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Dr. Putra Halomoan, M.H menghadiri sekaligus mengikuti kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Terpadu antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat/Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia yang diselenggarakan di Kota Padang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Ketua LPPM PTKIN se-Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergi kelembagaan, peningkatan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya lainnya secara kolektif dan berkelanjutan.

Perjanjian kerjasama terpadu ini menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi antar PTKIN, khususnya dalam penguatan riset kolaboratif, publikasi ilmiah, pengembangan pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat, pertukaran sumber daya akademik, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan di lingkungan PTKIN.

Selain penandatanganan kerjasama, pertemuan nasional tersebut juga menekankan pentingnya arah implementasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menyahuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Dalam forum tersebut, seluruh LPPM PTKIN didorong agar program penelitian dan pengabdian tidak hanya berorientasi pada luaran akademik semata, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi, penguatan literasi masyarakat, pengembangan desa binaan, hingga pendampingan berbasis potensi lokal.

Dalam keterangannya, Dr. Putra Halomoan menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk hadir di tengah masyarakat melalui program-program penelitian dan pengabdian yang solutif dan berkelanjutan.

Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan dan menghapus kemiskinan ekstrem. Perguruan tinggi tidak boleh hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga harus menghadirkan inovasi dan pendampingan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antar LPPM PTKIN menjadi kekuatan penting dalam membangun program kolaboratif yang lebih terarah dan terukur.

Kami di lingkungan PTKIN harus memperkuat kolaborasi penelitian dan pengabdian yang berbasis kebutuhan masyarakat. Dengan sinergi bersama, berbagai program pemberdayaan dapat dijalankan secara lebih efektif untuk mendukung pembangunan nasional serta mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan komitmen kolektif antar pimpinan LPPM PTKIN se-Indonesia. Selain menjadi forum silaturahmi akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi strategis dalam memperkuat mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional.

Dengan terlaksananya perjanjian kerjasama terpadu tersebut, diharapkan seluruh PTKIN dapat saling mendukung dalam pengembangan program-program unggulan yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemajuan institusi serta pemberdayaan masyarakat secara luas.

Bagikan Postingan Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.