Kolaborasi, Inovasi, dan Hilirisasi Riset, UIN Syahada Padangsidimpuan Hadiri Pertemuan Strategis BKS PTN Barat
Padang, 22 Juli 2026. Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terus memperkuat jejaring kemitraan strategis dalam bidang penelitian, inovasi, dan hilirisasi hasil riset melalui keikutsertaannya pada Pertemuan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat. Kegiatan yang mengusung tema “Dari Riset Menuju Industri: Membangun Dampak melalui Kolaborasi dan Inovasi” tersebut berlangsung di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, pada 21-22 Juli 2026.
UIN Syahada mengirimkan dua delegasi, yakni Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag., serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Putra Halomoan Hasibuan, M.H. Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari 20 perguruan tinggi negeri anggota BKS PTN Wilayah Barat Indonesia sebagai wadah berbagi praktik baik dalam pengembangan kerja sama, inovasi, dan hilirisasi hasil penelitian.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Universitas Andalas Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Syukri Arif, M.Eng. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu membangun ekosistem riset yang mampu melahirkan inovasi dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta dunia industri.

Sementara itu, Ketua Panitia, Wakil Rektor VI Universitas Andalas Bidang Perencanaan, Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Henmaidi, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam membangun kolaborasi riset, mempercepat hilirisasi hasil penelitian, serta memperluas kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, dan industri.
Berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan selama kegiatan, di antaranya penguatan penelitian dan inovasi, pengembangan riset penyakit infeksi, penguatan riset di bidang ekoteologi, serta strategi membangun kerja sama dengan perusahaan guna mempercepat hilirisasi hasil penelitian agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag., menyampaikan bahwa partisipasi UIN Syahada Padangsidimpuan dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring kolaborasi sekaligus meningkatkan kualitas penelitian yang berdampak.
“Perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu mentransformasikan hasil riset menjadi inovasi yang memberikan solusi bagi masyarakat dan dunia industri. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat hilirisasi riset dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan visi UIN Syahada Padangsidimpuan yang mengembangkan paradigma TeoAntropoEco Centris, yaitu integrasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan dalam seluruh pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“Paradigma TeoAntropoEco Centris menjadi arah pengembangan UIN Syahada Padangsidimpuan dalam membangun riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral kepada Tuhan, memberikan manfaat bagi manusia, serta berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri, kami ingin mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan bangsa sekaligus menghadirkan kemaslahatan yang berkelanjutan,” ungkap Dr. Ikhwanuddin.
Ketua LPPM UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Putra Halomoan Hasibuan, M.H., menambahkan bahwa forum BKS PTN Barat memberikan ruang yang sangat penting bagi perguruan tinggi untuk membangun jejaring kolaborasi penelitian dan memperkuat strategi hilirisasi hasil riset.
“Sinergi antarperguruan tinggi menjadi modal penting dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi yang semakin kuat, hasil-hasil penelitian diharapkan tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi mampu berkembang menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional,” jelasnya.
Forum strategis BKS PTN Barat ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus memperkuat ekosistem penelitian, memperluas jejaring kemitraan nasional, serta mendorong lahirnya inovasi yang berorientasi pada kebermanfaatan. Melalui penguatan kolaborasi, inovasi, dan hilirisasi riset, UIN Syahada Padangsidimpuan optimistis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sesuai dengan paradigma TeoAntropoEco Centris yang menjadi identitas dan arah pengembangan UIN Syahada Padangsidimpuan.