Sepuluh Camat dan 140 Desa Siap Bersinergi dengan UIN Syahada Sukseskan KKL Mahasiswa Tahun 2026

Padangsidimpuan, 7 Mei 2026. Dukungan pemerintah kecamatan terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan Tahun 2026 semakin menguat. Sebanyak lima Kecamatan dari Kabupaten Tapanuli Selatan dan 5 Kecamatan dari Kabupaten Mandailing Natal menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan UIN Syahada dalam menyukseskan program pengabdian mahasiswa yang akan berlangsung mulai 21 Juni hingga 22 Agustus 2026.

Komitmen tersebut terungkap dalam rangkaian koordinasi yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Syahada Padangsidimpuan bersama pemerintah kecamatan dan desa yang akan menjadi lokasi KKL mahasiswa tahun 2026.

Sepuluh kecamatan yang ditetapkan sebagai lokasi KKL meliputi Kecamatan Batang Angkola, Angkola Muaratais, Sipirok, Arse, dan Marancar di Kabupaten Tapanuli Selatan. Sementara di Kabupaten Mandailing Natal, lokasi KKL berada di Kecamatan Siabu, Bukit Malintang, Panyabungan Timur, Panyabungan Utara, dan Naga Juang.

Ketua LPPM UIN Syahada menjelaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah kecamatan menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran pelaksanaan KKL, mulai dari penentuan desa lokasi, dukungan pemondokan mahasiswa, hingga sinkronisasi program yang akan dilaksanakan di tengah masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi sambutan dan dukungan dari para camat serta kepala desa. Sinergi antara kampus, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa menjadi modal utama untuk menghadirkan KKL yang tidak hanya menjadi sarana pembelajaran mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada pelaksanaan KKL Tahun 2026, mahasiswa akan ditempatkan di sekitar 140 desa yang tersebar pada sepuluh kecamatan tersebut. Selama dua bulan pelaksanaan, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pengabdian yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, potensi daerah, serta isu-isu strategis yang berkembang di masing-masing wilayah.

Salah satu masukan menarik disampaikan oleh Camat Sipirok yang berharap kehadiran mahasiswa KKL dapat turut berkontribusi dalam mendukung masyarakat di wilayah yang terdampak bencana beberapa waktu lalu.

“Kami menyambut baik pelaksanaan KKL Mahasiswa UIN Syahada di Kecamatan Sipirok. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat melalui berbagai program pengabdian dan pemberdayaan. Kami berharap dua kelompok mahasiswa dapat ditempatkan pada wilayah yang terdampak bencana di Kecamatan Sipirok agar keberadaan mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang saat ini masih membutuhkan pendampingan dan penguatan sosial,” ungkap Camat Sipirok.

Menanggapi harapan tersebut, Tim Koordinasi KKL LPPM UIN Syahada Padangsidimpuan menyatakan bahwa masukan dari pemerintah kecamatan akan menjadi pertimbangan dalam proses penempatan mahasiswa.

“KKL merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat. Karena itu, masukan dari para camat, termasuk usulan penempatan mahasiswa di wilayah terdampak bencana, akan menjadi perhatian kami dalam penyusunan lokasi dan distribusi kelompok mahasiswa KKL Tahun 2026,” jelasnya.

Para camat juga menyampaikan komitmen untuk membantu memfasilitasi pelaksanaan KKL, termasuk mendukung koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Dukungan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan berbasis pengabdian masyarakat.